Apakah anak kita makan sambil berlarian sana-sini? Atau makan sambil duduk di atas sepeda roda tiganya berkeliling komplek?
Wah, jangan sampai ya, Ayah Bunda.
Setiap kegiatan keseharian keluarga muslim sudah ada panduannya, termasuk urusan makan.
Membiasakan anak-anak untuk mulai mempelajari etika makan (table manner) sejak kecil turut membantu menguatkan karakter dirinya untuk dapat menghargai diri sendiri dan orang lain, serta mampu menata diri dengan baik.
Memang tidak ada standar baku usia sejak kapan anak-anak dapat mulai berlatih table manner di rumah. Ayah Bunda cukup pastikan saja bahwa kemampuan fisiologis anak sudah memadai untuk mulai dapat menyuapi makanannya sendiri (koordinasi motorik halusnya telah baik). Biasanya, kemampuan fisiologis ini dicapai sejak anak berusia 1 tahun, dan terus berkembang semakin baik di usia berikutnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelatihan table manner untuk anak antara lain:
POLA MAKAN
Sejak si kecil mulai belajar makan (usia 6 bulan), biasakan untuk membuat pola makan rutin agar tubuhnya dapat beradaptasi dan "menghapal" pola tersebut, yaitu:
- Jadwal makan (buatlah jadwal makan yang teratur, meliputi makanan utama dan makanan selingan. Jangan perkenankan anak-anak makan di luar jadwal yang sudah dibuat, untuk menjaga selera makan anak dan kesehatan sistem pencernaannya).
- Menu makan (Buatlah menu makanan sehat rumahan yang bervariasi dan memenuhi kaidah gizi seimbang, hindari makanan instan).
Tidak perlu panik bila suatu saat anak tengah mengalami fase sulit makan. Variasikan menu ataupun penyajian makanannya dalam bentuk yang lain dari biasanya untuk mengundang selera makan anak. Hindari mengganti jadwal dan menu makan anak dengan makanan instan, jajanan atau susu di saat-saat seperti ini. Bunda perlu tetap konsisten agar anak tidak beralih menjadi seorang picky eater.
Memberikan kesempatan pada anak untuk merasakan lapar tidak ada salahnya. Setelah lapar si kecil akan meminta makanan dengan sendirinya.
ETIKA/ADAB MAKAN
Tidak perlu meniru etika makan di restoran atau hotel. rasulullah telah mencontohkan beberapa etika makan sebagai panduan umum keluarga muslim. Selebihnya, setiap keluarga dapat memodifikasinya sesuai dengan kondisi masing-masing.
Misal, tidak harus selalu makan di meja makan, makan bersama di ruang tengah pun jadi, asalkan tempat itu benar-benar sudah dikondisikan sebagai tempat yang sudah disepakati untuk menjadi tempat makan bersama dan sudah tercipta suasana santai di dalamnya. Usahakan dalam 1 hari ada 1 waktu di mana seluruh anggota keluarga dapat berkumpul untuk makan bersama (misal, saat sarapan, atau saat makan malam).
Beberapa etika/adab makan yang bisa diterapkan antara lain:
- Mencuci tangan sebelum makan
- Mengucapkan bismillah
- Makan/minum dengan tangan kanan
- Makan/minum sambil duduk tenang (tidak berdiri, berjalan, berlarian apalagi sambil bermain)
- Makan dari pinggir piring menuju ke tengah (karena bagian pinggir piring lebih dahulu dingin)
- Tidak berbicara berlebihan (menghindari tersedak dan menjaga kesopanan)
- Hindari membawa perlengkapan elektronik seperti gadget ataupun laptop, atau membaca buku di meja makan)
- Mengambil lauk terdekat.
- Tidak meniup-niup makanan/minuman
- Makan secukupnya (tidak berlebihan)
- Tidak bersendawa ke arah meja makan ataupun anggota keluarga yang lain.
- Selesai makan, tiap anggota keluarga dapat membawa piring kotornya masing-masing ke sink atau bak cuci piring. Untuk anak-anak yang lebih besar, sudah bisa dilatih mencuci piring kotornya sendiri.
- Tidak mencela makanan. Bersyukur terhadap sajian menu apapun yang dibuatkan Bunda.
- Merapikan kembali area makannya sendiri (mengelap tumpahan makanan/minuman, merapikan kembali kursi, dan sebagainya).
Hal ini terlihat sepele dan sederhana, tetapi bila dipraktekkan dan sudah menjadi kebiasaan, akan terlihat bedanya antara anak yang terbiasa makan dengan etika makan yang baik dengan anak yang tidak terlatih makan dengan etika yang baik.
Anak-anak yang terlatih makan dengan etika yang baik akan memiliki pengendalian diri yang lebih baik dan penampilan lebih percaya diri (karena terbiasa menghargai dirinya sendiri dan orang lain).
EVALUASI/MOTIVASI
![]() |
| Contoh Papan Checklist untuk evaluasi table manner anak-anak *sumber: pinterest |
Karena latihan table manner ini juga membutuhkan waktu untuk berproses, maka memberikan apresiasi terhadap anak dalam setiap perkembangannya menajdi penting untuk diperhatikan Ayah Bunda, agar anak terus termotivasi untuk memperbaiki table manner-nya.
Ayah Bunda dapat menggunakan semacam papan penilaian yang berisi checklist etika yang sudah mereka lakukan. Papan checklist seperti ini sekaligus efektif sebagai pengingat bagi anak, dibandingkan Bunda harus mengingatkannya secara verbal.
Selamat melatih table manner Ananda. :)


saya ibu irma seorang TKI DI SINGAPURA pengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan susah gaji itupun buat biaya anak sekolah di kampung sedangkan hutang banyak sama majikan kebetulan saya buka-bukan internet mendapatkan nomor MBAH SERO katanya bisa bantu orang melunasi hutang melalui jalan togel dengan keadaan susah dan saya sudah bingun tidak mendapat solusi gimana cara untuk membayar hutang terpaksa saya hubungi MBAH dan minta angka bocoran karna di SINGAPURA ada pemasangan togel angka yang kemarin di berikan 4D ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat 250.juta dalam bentuk uang indo dan saya sudah bisa melunasi hutang 50.juta sama majikan sisanya rencana saya mau pulang kampung untuk buka usaha bagi saudarah-saudarah di indo maupun di luar negeri apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah lansung hubungi nomor hp (-082-370-357-999-) MBAH SERO demikian kisah nyata dari saya tampah rekayasa atau silahkan buktikan sendiri..
ReplyDelete