Sesungguhnya tiap anak lahir dalam keadaan fitrah, maka tugas kita adalah menemani anak2 kita untuk membangkitkan (inside out) fitrah2 ini sesuai tiap tahap perkembangannya. Fitrah anak2 kita ibarat benih, masih berupa potensi fitrah. Setidaknya potensi fitrah personal meliputi fitrah keimanan, fitrah bakat, fitrah belajar serta fitrah tahap perkembangan.
Maka pada tiap tahap perkembangannya setiap potensi fitrah ini mesti ditumbuhkan secara utuh. Benih mesti disemai dan diletakkan pd tempat yg sesuai dgn cara yg tepat. Dalam pendekatan ini tdk berlaku lebih cepat lebih baik, krn semua akan indah bila tepat saatnya.
Usia 0-7 adalah tahapan awal kehidupan, pd tahap ini anak2 kita belum punya idea ttg moral, masih ego sentris, dirinya adalah pusat semesta, menyukai imaji dan sensomotoris. Sosok Tuhan atau Robb baginya adalah kedua orangtuanya. Seperti apa anak2 mempersepsi Tuhannya, kehidupannya adalah seperti apa ayah bundanya berperilaku thdny Dalam riset saya dkk di Sekolah Alam, bhw sosok ayah bunda ini harus terus ada sampai anak berusia 15 tahun atau aqilbaligh
Jika membaca Sirah ada 3 hal yg Rasulullah saw alami ketika usia 0-7 tahun. 1.Bahasa Ibu yg murni, sehingga tuturnya indah, gagasannya jelas, 2. Menggembala Kambing hingga ke puncak bukit, atau belajar di Alam sehingga fisik kuat dan imaji serta nalarnya berkembang baik, 3. Kearifan lokal suku bani Sa'diah yg masih baik.
0 Response to "Pendidikan Anak Pra Akil Baligh ala Rasulullah"
Post a Comment