“Duh, pinter banget nih anak mama makanannya dihabisin”
“Wah, udah bisa ikat sepatu sendiri, hebatnya..”
Mommies tau nggak kalau ternyata, memuji anak itu sebenarnya adalah hal yang harus kita tahan? Satu kalimat pujian, efeknya panjang ternyata. Di satu sisi, pujian bisa membangkitkan semangat anak, tapi di sisi lain memberikan pengaruh buruk. Lah, masa memuji nggak boleh? Baca dulu keseluruhan artikel ini, ya. Jangan langsung protes :D
Beberapa waktu lalu, di sekolah anak saya diadakan Parents Workshop yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan sekolah anak saya, Ibu Delfie. Materinya tentang memuji anak.
Ada 5 hal yang perlu dicatat saat kita terlalu sering memuji anak:
- Kita menjadi orangtua yang manipulatif
Selain itu sering juga kita memuji anak lain dan berujung membandingkannya dengan anak kita. “Wah, kakak hebat banget makan sayurnya banyak..”, kalimat ini dikeluarkan dengan harapan Si Adik merasa tersindir dan ikut makan sayur.
- Menciptakan anak yang haus pujian
Sebenarnya sih enteng ya, toh hanya pujian saja, nggak keluar ongkos istilahnya, untuk mengeluarkan pujian. Tapi hal ini kemudian akan mengurangi keyakinan anak saat ia ingin melakukan sesuatu. Anak selalu butuh diyakinkan lewat pujian atas apapun yang ia lakukan.
- Merampas kesenangan
Bayangkan kalau pasangan setiap hari memuji penampilan, masakan, dan seterusnya, mungkin rasannya akan hambar saja, ya? Karena mau masak apapun pasti dibilang enak, dibilang hebat, dibilang keren.
Hal inilah yang dirasakan anak ketika kita sering melontarkan pujian untuknya. Anak merasa kita adalah evaluator bagi mereka, kita harus selalu mengeluarkan penilaian atas apa yang mereka lakukan. Sehingga pujian pun menjadi kebiasaan.
- Pujian bisa menghilangkan minat
Belum lagi jika kita mengiming-imingi anak, “Kalau kamu dapat nilai matematika 100, nanti mama beliin hadiah”. Di otak anak, “Oh, matematika itu nyebelin ya? Pantesan kalau aku pinter matematika aku dapat hadiah”.
- Mengurangi pencapaian
Terus, masa nggak boleh muji anak sendiri, sih? Boleh kok, hanya caranya saja yang harus diperhatikan (baca : Pujilah anak pada tempatnya )
( Sumber : mommiesdaily.com)
Lalu, cara seperti apa yg dibenarkan? Terimaksih
ReplyDelete