Ayah Edi ini aku Lidya (bukan nama sesungguhnya) fasilitator pendidikan anak usia dini, aku mo nanya kira2 wajar gak sih jika anak usia 5 tahun laki2 melihat teman wanitanya maaf “penisnya” menegang, kebetulan aku bagian dari sebuah sekolah Kindergarten di Jakarta. Aku jadi bingung apa yah yg mesti aku lakukan.. sudah begitu anak ini suka pegang2 teman wanitanya.... oh my God...please help me ya ayah.... aku malu dan bingung harus berkonsultasi pada siapa dan bagaimana harus memberitahu orang tuanya..? apa mungkin orang tuanya tidak tahu atau malah pura2 tidak tahu... please help ya dan tolong namaku di rahasiakan. Tksh.
Dear Mba Lidya yg baik,
Mulai hari ini tidak perlu bingung lagi Mba Lidya. Itu yg di sebut dengan fenomena SEKS MATANG DINI.
Belakangan ini kamipun banyak menerima pengaduan mengenai gejala sex matang dewasa yg muncul pada anak-anak yg usianya masih sangat dini dan belum semestinya.
Pada dasarnya ”Ereksi” pada anak laki-laki semacam ini wajar muncul pada setiap anak, asalkan usianya sudah mencapai pubertas NORMALNYA kira-kira usia 15 tahun untuk wanita dan usia 16-17 tahun atau lebih untuk laki-laki.
Pubertas Ini adalah sebuah gejalantumbuhnya dan pematangan hormon estrogen pada wanita dan hormon totesteron pada laki-laki. Namun demikian menjadi tidak wajar jika usia anaknya masih 5 tahun mengalami ereksi karena di sebabkan melihat teman wanitanya. Dan belakangan ini di sinyalir memang usia pubertas anak semakin muda saja dan terus maju ke usia yg lebih muda.
Sebelum melangkah pada tindakan penyelamatan, maka sebaiknya kita tahu lebih dulu faktor apa saja yg menjadi pemicu utama munculnya fenomena Seks Matang Dini ini.
Otak anak bagian atas itu terdiri dari 2 bagian yg di sebut bagian belahan kiri dan belahan kanan, belahan kiri itu untuk berpikir Sains Analisis dan Bagian kanan itu untuk berfikir Fantasi/Imaginasi. Pada masa kanak-kanak umumnya yg lebih aktif adalah bagian belahan kanan yg bersifat FANTASI.
Jadi penyebab munculnya sex usia dini yg pertama itu adalah karena seorang anak sering melihat adegan yg berbau pronografi seksual tanpa ada yg mendampingi dan membimbingnya. Biasanya ini bersumber dari jenis tontonan sinetron yg berbau pacaran, erotisme dan pornografi, film-film dewasa yg di bungkus dalam bentuk kartun, seperti Avatar dan sejenisnya, Film anak yg di bumbui adegan percintaan dsb, game2 anak baik off line maupun on line seperti GTA yg mempertontonkan adegan seksual pada anak, VCD porno dsb, komik2 anak yg bergambar pornografi dan lain-lain.
Pada saat semua ini di tonton oleh anak usia dini maka otak fantasinya akan membantu dan mendorong hormon seksualnya tumbuh lebih cepat dan lebih dini dari yg semestinya.
Yang kedua ”diduga” adalah bersumber dari makanan yg disuntik oleh hormon2 pertumbuhan, seprti yg banyak di lakukan pada ayam2 konsumsi agar bisa tumbuh lebih cepat dan bisa di potong lebih awal, Sapi2 yg di suntik hormon pertumbuhan agar cepat besar dan gemuk, ikan2 air tawar yg melalui makanannya di beri hormon pertumbuhan, dan apa bila di konsumsi oleh anak maka hormon2 tadi akan mempengaruhi pertumbuhan seluruh oragan tubuh anak termasuk organ2 seksualnya. Begitulah apa yg disampaikan oleh Ikatan Vegeterian International yg berpusat di Brussel, Belgia.
Jika kita ingin menyelamatkan si anak maka segeralah lakukan tindakan untuk memutus dari sumber-sumber pemicunya tadi yg berupa tontonan, bacaan, permainan dan makanan. Semakin cepat semakin baik.
Di rumah kami sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengganti menu anak2 kami dengan yg lebih natural dan menghindari makanan yg berpotensi memicu pertumbuhan seks matang dini tadi, kemudian game pun kami ganti dengan Edu Game (permainan edukasi) atau Pesona Edu dan tontonan kami pilihkan hanya yg aman2 saja. Dan saat ini kami sudah tidak lagi menonton tayangan tv apapun No TV Program at home dan kami ganti dengan Surat Kabar.
Untuk menyelamatkan si anak, mungkin kita bisa mulai mengajarkan pendidikan sex usia dini yg terbimbing.... karena pada dasarnya sekxual itu netral, tergantung belahan otak mana yg meresponsnya, apa bila yg meresponse adalah belahan otak sebelah kiri maka respon si anak akan berubah menjadi Sain Biologis dan jika sebelah kanan maka responnya lebih kepada fantasi dan erotisme.
Bahas bersama dengan bergambar organ2 reproduksi mulai dari tumbuhan binatang hingga manusia... sehingga anak2 terbiasa melihat organ reproduksi dari semua jenis makhluk hidup dan mereka melihatnya dari sisi Sains Biologis Kedokteran.
Jelaskan dengan baik2 pada orang tuanya tentang fenomena yg terjadi pada anaknya dan bagaimana ini bisa terjadi. Ajak orang tuanya untuk bekerjasama memutus semua hal yg menjadi pemicu munculnya fenomena ini. Ajak orang tua untuk terlibat mengajarkan seks dengan respon otak kiri (sains reproduksi), gunakan buku2 bergambar medis kedokteran sebagai alat bantu menjelaskan organ reproduksi.
Jika ini dilakukan dengan sabar, terus menerus dan konsisten maka biasanya dalam waktu 2-4 bulan anak tersebut mulai terbiasa dengan respon otak kirinya terhadap hal2 yg berhubungan dengan lawan jenisnya.
Lakukan ini segera karena semakin bertambah usia anak semakin sulit untuk di atasi.
Semoga langkah-langkah tersebut di atas bisa membantu Mba Lidya, orang tua dan anak tersebut untuk bisa memiliki reaksi seks yg wajar sesuai dengan usianya.
Jika kita mau pasti bisa.... semoga berhasil.

0 Response to "AYAH EDI : BAHAYA SEKS DAN PORNOGRAFI BAGI ANAK-ANAK SUDAH PADA TAHAP YANG MEMILUKAN DAN MEMPRIHATINKAN."
Post a Comment