KHAN ACADEMY - Semua Berawal Dari MIMPI


Pernahkah kita membayangkan, bahwa suatu saat anak-anak tak lagi harus menempuh berpuluh-puluh kilometer atau bahkan meniti jembatan runtuh hanya untuk mendapatkan sebaris kata, atau sederet rumus dari guru yang mengajar di sekolahnya yang jauh itu?

Pernahkah terpikirkan, suatu saat anak-anak tak lagi takut mencoba berbagai hal baru, memecahkan persoalan-persoalan matematika dengan pikiran bebasnya sendiri, tanpa ada perasaan khawatir akan ditertawakan teman-teman sekelasnya jika gagal? Atau mungkin dimarahi Guru karena terlalu banyak ide liar di kepalanya?

Atau mungkin, terpikirkan suatu hari para Guru tak lagi terikat dan tergopoh-gopoh dengan ketatnya jumlah jam pelajaran dan jumlah modul yang harus diselesaikan di satu semester?

Dan, sempatkah kita merenungkan, bahwa akan selalu ada anak-anak yang mahir bahasa dan menggambar, namun membutuhkan waktu dan pengulangan sedikit lebih banyak untuk memahami konsep dasar matematika yang baru saja dipelajarinya, daripada teman-teman lain di kelasnya? Sementara, di saat yang bersamaan, Guru tak bisa terlalu lama menunggu untuk terus mengulangi materi yang sama, karena sudah diikat ketat oleh satuan jam pelajaran yang sudah diatur kurikulum?

Adalah Salman Khan, yang sejak lebih dari 12 tahun lalu sudah memikirkan hal itu semua. 

Salman Khan yang terlahir dari keluarga imigran India dan Bangladesh, dibesarkan dalam kehidupan sederhana di Metarie, Louisiana, sudah malang-melintang di dunia teknologi dengan pernah bekerja di berbagai perusahaan di kawasan Silicon Valley. 

Kali pertama mendapati sepupunya - Nadia - kesulitan mengejar ketertinggalan pelajaran matematika, Khan membantu dengan memberikan les privat untuk sepupunya itu lewat sambungan telepon, dengan keyakinan yang kuat bahwa sepupunya adalah seorang anak cerdas yang akan mampu menguasai pelajaran matematika setelah memahami konsep dasarnya dulu (yang tidak sempat didapatkannya di sekolah karena kurikulum sekolah memenggal konsep dasar matematika berdasarkan satuan mata pelajaran, dengan korelasi antar mata pelajaran yang seringkali kurang jelas).

Setelah berhasil menghantarkan sepupunya memahami konsep matematika, Khan mendadak menerima beberapa murid privat yang berasal dari anak-anak dari tetangga mereka maupun kerabat keluarganya dari luar kota, yang telah mendengar kisah "sukses" Khan.

Media yang ia gunakan mulai bervariasi, sesuai perkembangan teknologi saat itu dan kebutuhannya untuk mengajari anak-anak tersebut. Khan mulai membuat video-video pengajaran untuk memudahkannya mengajari anak-anak privat. Khan menganggap, berbagai masalah serupa yang dialami anak-anak itu dapat lebih mudah dipelajari bila ia membuat video penjelasannya, karena anak-anak dapat terus memutar ulang video tersebut sampai mereka benar-benar paham.

"Belajar dengan kecepatan sendiri, di waktu paling tepat menurut mereka sendiri", inilah semangat Khan dalam metode pengajarannya.
Sumber: Wikipedia
Tahun 2004, Khan mulai mengunggah kumpulan video pengajarannya ke youtube. Khan bermimipi, ia dapat membantu anak-anak lain di belahan bumi manapun yang mungkin membutuhkan penjelasan serupa. 

Dalam bukunya berjudul The Oneworld Schoolhouse, Khan mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi membuat ruang kelas tradisional yang pasif menjadi interaktif dan humanis.

Mimpi seorang Salman Khan adalah mimpi futuristik dari potret pendidikan dunia di masa mendatang, di mana ruang kelas kini mulai tak dibatasi sekat dinding dan atap lagi. kelas-kelas berbasis online ini tidak dimaksudkan oleh Khan untuk menggantikan fungsi ruang kelas konvensional (meski kenyataannya memang banyak di antara pengguna video pengajaran Khan adalah anak-anak dari keluarga homeschooling), melainkan untuk melengkapi dan mengoptimalkan peran guru di kelas konvensional. Khan berharap, Guru berada di kelas untuk mendampingi murid-muridnya menyelesaikan permasalahan ataupun menampilkan inovasi baru yang telah dikerjakan di kelas online  Khan. dengan begitu, kelas
Sumber: Wikipedia
menjadi lebih hidup, karena berisi berbagai diskusi seru pada materi yang sudah didalami murid di rumah melalui video-video dari Khan.

Setiap orang bisa belajar, kapan pun, di mana pun, dan selama apapun yang ia butuhkan.

Berkolaborasi dengan berbagai pihak, kini Salman Khan memberikan akses ruang belajar tanpa batas pada semua orang lewat Khan Academy, melalui berbagai program belajar yang tentu saja gratis.

Coding, Matematika, Sains, Seni, Komputer, dan Bahasa, adalah subjek yang dapat dipilih di situsnya khanacademy.org. 

Dan sekali lagi, semua orang dapat mempelajari yang mana saja yang dibutuhkannya kapan saja, di mana saja, dengan durasi dan frekuensi pengulangan yang ditentukan sendiri, dan, GRATIS!

0 Response to "KHAN ACADEMY - Semua Berawal Dari MIMPI"

Post a Comment