Oleh: Elly Risman
Anak lelaki tambun berseragam putih merah itu tersandar di sofa di depan saya dengan raut wajah yang berat dan sendu..
“Kamu tuh ganteng banget sebenarnya, nenek sayang sekali sama kamu.Kalau kamu cucu nenek pasti sudah nenek peluk peluk” ujar saya. Sesungguhnyalah hiba benar hati saya melihatnya. Dia memaksa menunjukkan senyum pada saya dengan hanya menarik kedua sudut bibirnya.Saya bergeser kesebelahnya dan membelai kepalanya, usianya sama dengan cucu kami yg sulung.
Pelahan saya katakan padanya:” Kalau ada yang kamu mau bilang sama nenek, kamu bilang saja, nenek dengerin”.Dia memandang ke mata saya seolah mencari kepastian.Saya tersenyum tanpa berkata.
“Nek, kenapa ya nek aku dilahirkan ?” ujarnya sendu dengan bibir menahan tangis..
“Gleggaar..!” begitu bunyi yang terdengar di hati saya dengan pertanyaan itu. Saya speechless.. kehilangan kata untuk sementara…
Sering sekali saya menghadapi kalimat kalimat pendek yang bermakna sangat dalam seperti yg diucapkan anak kelas lima SD ini.
Saya menemukan, bahwa anak anak atau remaja remaja ini sudah lama benar menyimpan rasa, kemudian lamaaa juga mengolahnya, sehingga ketika di keluarkan terasa sangat menghunjam sekaligus sangat indah dan mencengangkan.
Kesempatan yang lain, seorang gadis remaja yang manis juga berwajah”berat”, bicara dengan saya dalam bahasa Inggris. Ibunya sudah wanti wanti dan minta saya faham bahwa anaknya akan bicara dalam bahasa Inggris. Banyak orang tua yang menyekolahkan anak ke sekolah international, tapi lupa atau tak sempat meningkatkan kemampuan dirinya. Begitu anaknya remaja, anaknya tidak percaya untuk curhat dengan orang tuanya, karena mereka yakin ortunya tidak mengerti apa yang mereka maksudkan… Remaja ini salah satunya.
“Jadi.. kata saya dalam bahasa Inggris. Apa yang berat sekali kamu rasakan sekarang ini ?”
“Hmm ,I feel covered/ terselimuti” jawabnya pendek.
“Hmm ,I feel covered/ terselimuti” jawabnya pendek.
“Oh jadi kamu merasa tidak bisa bernafas, maksudmu?” Tanya saya selanjutnya
“Not only my nose, but my soul can’t breath” sergahnya.
Jiwanya tidak bisa bernafas ? huih… indahnya dan pedihnya.
Ini hanya sebagian pengalaman saya menghadapi anak dan remaja yang hidup dalam sepi dari tegur, sapa, perhatian dan cinta ayahnya.
Apa yang lama saya pelajari dari teori, dihantarkan Allah pada saya dalam bentuk konkrit melalui kata kata yang diungkapkan anak dan remaja dalam kata kata terolah indah..
Anak anak ini tahu dan yakin orang tuanya sayang pada mereka, tapi mereka membutuhkan lebih dalam bentuk yang lebih nyata, terutama dari ayah.
Seorang ahli (maaf nih nenek nenek lagi lupa namanya) mengatakan bahwa anak membutuhkan khusus dari ayahnya: Validasi, Pengesahan bahwa mereka benar benar memperhatikan , mencintai dan perduli akan anaknya.
Validasi ini menurut ahli tersebut bisa ditunjukkan dalam tiga bentuk sederhana yang saya rumuskan sebagai 3P !
Penerimaan
Penghargaan
Pujian
Penghargaan
Pujian
Penerimaan.
Adalah keikhlasan untuk menerima anak apa adanya. Bahwa ia unik, tidak sama dengan siapa siapa, dan dia mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri, persis ortunya.
Banyak tokoh tokoh psikologi perkembangan yang membahas tentang dampak dari berbedanya harapan dan impian yang dibangun dan diciptakan oleh orang tua sebelum atau selama anak dalam kandungan dengan kenyataan setelah anak tersebut lahir. Baik menyangkut jenis kelamin, bentuk wajah, warna kulit, rambut keriting atau lurus. Setelah mereka besar, banyak masalah muncul menyangkut kapasitas kecerdasan :Kakak kalah pintar dari adiknya. Adiknya itu gak belajar saja bisa rangking terus!. Kemampuan dalam bidang tertentu : Kakaknya sudahlah lebih cantik, pintar pula dan pandai bergaul. Sementara adik lelet, pendiam dan temennya itu itu aja …dan banyak sekali hal lainnya yang ternyata tidak sesuai bahkan jauh dari harapan orang tuanya .
Kalau kenyataan ini berlangsung setahun dua mungkin tak begitu berakibat, tapi kalau bertahun tahun.. anak merasa mereka tidak diterima oleh ortunya.
Bayak orang tua lupa , bahwa anak bukanlah pilihan tapi mereka adalah TAKDIR!
Apalah salahnya kalau sesekali menunjukkan penerimaan dengan mengenali dan menyapa keunikan anaknya.
“Lila, ayah tahu Lila gak suka matematik, tapi qiraah Lila menyejukkan hati ayah”..”Kau anak ayah yang berhati lembut!”
“Daud, jangan kecil hati nak gak menang lombaTennis meja itu ya, ayah tetap bangga sama kamu karena kamu sportif, anak lelaki ayah yang berani dan benar”…
Penghargaan
Penghargaan sederhana saja sebenarnya sudah sangat bermakna bagi anak. Tidak perlu piala atau benda yang mahal.
Ayah kami sangat suka makan mie rebus. Ditahun 60 an belum ada mie instant, adanya mie telor dan mie kiloan di pasar. Setiap hari minggu ibu kami mengolah mie jadi mie rebus yang nikmat sekali dengan bawang goreng segar bukan bungkusan/kemasan seperti yg mudah kita dapatkan sekarang ini.
Sepekan setelah saya memperingati ultah yang ke 13, ayah saya mengatakan ;”Hm Elly sudah 13 tahun, minggu depan ini ayah mau merasakan mie rebus masakan Elly ya?, pasti enak!” yakin beliau.
Hah.. saya berdebar dan mulai merengek pada ibu saya, agar beliau saja yang masak,. Ibu saya meyakinkan saya, bhw saya bisa dan nanti beliau tidak akan membiarkan saya, akan membantu saya..
Dengan yakinnya, saya mulailah belajar menyiapkan mie rebus, dengan tegang tapi serius.
Ketika semua saudara saya sudah duduk di meja dan dihadapannya mereka telah tersedia mie rebus panas berasap, ayah saya mengajak semua berdoa dan mulai mencicipi mie rebus buatan saya.
Dihirupnya sesendok kuah, lalu dia tersenyum memandang saya : “Hm.. tuh kan apa ayah bilang, elly bisa jualan mie,mienya enak..” wuah.. hati saya berbunga bunga.. Walaupun beliau melanjutkannya begini :’akan lebih enak lagi kalau ditambah sedikit garam’.
Sering sekali ayah saya memberi saya pujian sederhana untuk hal hal yang sebenarnya saya tidak hebat amat. Ayah saya akan menunjukkan kegembiraan yang besar, padahal saya cuma juara tiga Musabaqah tingkat Kelurahan…
Pujian
Sering saya menghadapi ortu yang menyatakan pada saya tanpa sepengetahuan anaknya bahwa mereka sebenarnya bangga, bahagia, kagum dengan kelebihan anak anaknya.
Tapi sayang sekali, mereka menyimpannya dalam hati dan tidak pernah memperdengarkan perasaannya itu pada anaknya. Disisi lain anaknya sangat lapar akan pujian dari ayahnya.
Ada ortu dan ayah yang takut bahwa pujian akan membuat anaknya sombong dan membengkakkan harga diri.
Tapi sayang sekali, mereka menyimpannya dalam hati dan tidak pernah memperdengarkan perasaannya itu pada anaknya. Disisi lain anaknya sangat lapar akan pujian dari ayahnya.
Ada ortu dan ayah yang takut bahwa pujian akan membuat anaknya sombong dan membengkakkan harga diri.
Ayah lupa, bahwa pujian pada tempatnya dengan porsi yang pas, sangat membantu anak merasakan cinta dan penghargaan ayahnya .
Apa salahnya ayah mengatakan pada anaknya gadisnya : “Sini deh ayah bilang, ayah gak sangka kau tumbuh jadi gadis ayah yang cantik dan baik hati. Jangan bilang bilang sama mama ya. Kamu jauh lebih cantik dari mama ketika ayah melamarnya !”
Marilah belajar menerima anak kita apa adanya, menghargai upaya upaya kecil yang bisa mereka tunjukkan dan sesekali memujinya untuk merekatkan jiwa dan mendekatkan hati.
Validasilah anak anak kita, wahai ayah..
Validasilah anak anak kita, wahai ayah..
Pondok Gede, 27 Maret 2016.
Di hari Pak Risman genap berusia 65 tahun, Alhamdulillah – Barakallah.
Di hari Pak Risman genap berusia 65 tahun, Alhamdulillah – Barakallah.

Perkenalkan nama saya zull fikar. Dan saya ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH JONOSEUH atas bantuannya selama ini dan saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sukses dan ini semua berkat bantuan MBAH JONOSEUH,selama ini, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang2 dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya usaha Restoran sendiri,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH JONOSEUH atas bantuan nomor togel dan dana ghaibnya, dan saya yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi MBAH JONOSEUH karna beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita atau rekayasa tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONOSEU di 0823 4444 5588 dan ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang ke 2 kalinya terimah kasih..
ReplyDeletesaya ibu irma seorang TKI DI SINGAPURA
ReplyDeletepengen pulang ke indo tapi gak ada ongkos
sempat saya putus asah apalagi dengan keadaan susah
gaji suami itupun buat makan sedangkan hutang banyak
kebetulan saya buka-bukan internet mendapatkan
nomor MBAH SERO katanya bisa bantu orang melunasi hutang
melalui jalan TOGEL dengan keadaan susah terpaksa saya
hubungi dan minta angka bocoran SINGAPURA
angka yang kemarin di berikan 4D yaitu 6377 TGL 01-09-2016
ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat Rp.250.juta dalam bentuk uang indo bagi saudarah-saudarah di indo maupun di luar negeri
apabila punya masalah hutang sudah lama belum lunas
jangan putus asah beliau bisa membantu meringankan masalah
ini nomor hp -> (-082-370-357-999-) MBAH SERO
demikian kisah nyata dari saya tampah rekayasa
atau silahkan buktikan sendiri..