Ketika kita sudah paham bahwa melabeli anak dengan hal-hal yang negatif seperti "nakal", "cerewet", "keras kepala", "teledor".. dan kata lainnya itu tidak benar..
Dan sudah mulai mengganti label-label itu dengan kata yang lebih sesuai, seperti "aktifnya anak bunda..", "wah, adik bicaranya banyak yaa... besok mau jadi pembicara apa nak", "Pintarnya anak bunda punya banyak pertanyaan..", "wah luar biasa, adik memang selalu punya pendapat yang kuat..", "makasih sudah membantu ibu sayang, tapi hati2 yaa..." dan sebagainya....
Namun bagaimana jika lingkungan di sekitar kita masih memberikan label ini kepada anak-anak kita sedang kita sudah berusaha menghindarinya?
Jangan khawatir... jika kedekatan kita dengan anak sudah baik.. maka anak akan lebih percaya kepada kita daripada orang lain.. kita cukup yakinkan kepadanya bahwa apa yang dia dengar dari orang lain itu tidak benar...tumbuhkan kepercayaan dirinya dengan memberinya kata-kata positif setiap hari... jadikanlah anak-anak kita hanya percaya pada kita.. sehingga negative labelling yang dilakukan oleh orang lain tidak akan berpengaruh padanya, tentunya sambil terus tanamkan pula bahwa anak-anak yang baik adalah anak-anak yang tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri, mengganggu orang lain dan melanggar norma agama serta negara.
Misal,
1. Kondisi Anak kita yang super aktif tiba-tiba memukul anak tetangga...
T (tetangga): Kamu kok nakal banget sih...
K (kita): Alhamdulillah, adik diberi kelebihan sama Allah tenaga berlebih, jadi aktif kesana-kemari, maaf ya budhe/ tante/ eyang kalau mengganggu tidurnya/ mengganggu mas Iqbal (misal nama anak tetangga), adik akan belajar terus untuk jadi anak yang lebih baik smile emoticon.
2. Kondisi kita dan anak sedang membonceng teman untuk pergi ngaji ke rumah murobbi
A (anak); Kita mau kemana bunda?
K: kita mau pergi ngaji
A: Ngaji kemana bunda?
K: Ngaji ke rumah Umi Diyah
A; Kenapa kita harus ngaji?
K: Biar Allah sayang sama kita
A: ... ... (serentet pertanyaan lainnya)
T: Iih, kamu kok cerewet banget sih. Diam aja nanti kan tahu sendiri.
K: Hihi, adik lagi belajar kosa kata baru nih, adik juga lagi pengen tahu ini itu... Maaf ya budhe kalau mengganggu,
dan banyak kondisi-kondisi lainnya...
Ugh, tapi jengkel banget nih sama tetangga-tetangga.. kenapa tidak mengerti juga tentang hal seperti ini...
Parents.. kita tidak bisa menyamaratakan orang lain harus sudah sevisi misi dengan kita.... apalagi jika mereka melakukan itu karena belum tahu dampak buruk memberikan label negatif pada anak.. maka justru itu jadi tugas kita, ayo kita syiarkan... ayo kita berbagi informasi ini pada mereka...
Sudah?
Tapi tidak didengar?
Perubahan tentunya membutuhkan proses.. bersabarlah.. kelak pasti akan membuahkan hasil yang luar biasa...
Bahkan kita yang sudah ngalor ngidul ikut seminar sana sini, baca buku ini itu saja tidak langsung mak bedhundug kan proses perubahannya? Apalagi yang belum mengetahuinya...
Rasulullah saja berdakwah berapa tahun? Nabi Nuh berdakwah ribuan tahun namun umatnya pun hanya segelintir..
Maka tidak ada alasan untuk kita berhenti berbagi kebaikan hanya tidak ada yang mendengar.. :)
Bismillah, kuatkan azzam dan mari ajak lebih banyak lagi orang tua untuk paham kebutuhan anak, untuk mau terus belajar demi menciptakan "rumah" yang nyaman untuk anak-anak....
Save our generation!
Yuk jadi orang tua shalih, sebelum meminta anak shalih
Oleh: Marita, YukJos Semarang

0 Response to "Ketika Lingkungan Memberikan Negative Labelling Pada Anak"
Post a Comment