Ayah Bunda yang bijaksana, hal ini biasanya terjadi pada anak-anak saat baru masuk sekolah atau berada di lingkungan baru. Pada saat anak diperkenalkan pada sekolahnya, ada yang langsung cair
dan berbaur. Namun, ada juga yang masih menangis dan ingin ditemani orangtuanya. Hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena wajar. Setiap orang yang berada di lingkungan baru dengan orang-orang yang tidak dikenalnya pastilah memunculkan rasa tidak nyaman. Akan tetap, jika anak sudah mulai mengenal teman-teman, guru, dan lingkungan barunya, biasanya ia bersedia untuk ditinggal
kalau anak belum mau ditinggal orangtuanya, tidak apa-apa. Temanilah saja sampai ia mulai me-ngenal dan percaya pada orang-orang baru di sekitarnya sehingga pada akhirnya, ia mau di tinggal. Ini adalah sebuah proses alami yang harus dilalui untuk beradaptasi dengan barunya.
Anda kepadanya. Lanjutkan prosesi ini terus hingga ia tidak lagi memedulikan keberadaan Anda. Jika sudah sampai pada tahap tersebut, saat itulah seorang anak siap ditinggal di sekolah. Akan tetapi, jika anak mau ditemani terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, kemungkinan ada yang salah
dengan orangtua atau sekolahnya. Bisa jadi gurunya kasar atau tidak ramah sehingga ia merasa lebih nyaman untuk terus bersama ibunya. Atau, bisa juga karena gurunya membiarkan ada temannya
yang mengejek atau mengganggu (bullying sehingga anak merasa idak nyaman. ladi jangan selalu menyalahkan anaknya, Berilah anak rasa aman dan tidak meluncurkan peluru negatif seperti, "Kamu kan sudah besar kok masih takut seperti anak kecil. Hal ini bukan membangun, tetapi justru menghancurkan
perasaan dan kepercayaan diri anak.

0 Response to "Jika Anak Selalu Ingin ditemani orang tua di awal sekolah"
Post a Comment