BEGINI JADINYA KALO SERING MEMBANDINGKAN ANAK



Saya terkejut ketika mendengar ada siswa baru pindah di sekolah saya mau berantem dengan teman kelasnya. Pada hal di sekolah saya ia belum genap setengah bulan. Beraninya lagi, ia mengajak dua orang luar untuk membantunya. Untung sebelum niatnya memukul teman sekelasnya kesampaian, ada guru yang tahu duluan.

Meski niat berantem urung, sontak peristiwa ini membuat sekolah saya ramai. Pasalnya, orang luar yang diajaknya “nyerbu” sekolah dikenal sebagai anak nakal. di samping peristiwa seperti ini memang jarang terjadi di sekolah saya.

Suatu hari ketika anak ini ada di ruang BK, saya minta ijin sama guru BK untuk mengajaknya ngobrol. Saya kenal sama keluarganya. Bahkan 3 orang saudara dekatnya termasuk orang cerdas yang selalu mendapat penghargaan di sekolah saya karena prestasinya.

Saya melihat anak ini pendiam. Terkesan cuek dan sedikit angkuh. Ia mudah tersinggung karena persoalan sepele. Salah satu alasan kenapa ia ingin memukul teman kelasnya, karena teman kelasnya meledeknya ketika ia mempertontonkan kalung yang dipakainya. Rupanya ia tersinggung dan berniat memukul teman yang meledeknya bahkan dengan mengundang orang luar.

Saya percaya karakter anak tidak tiba-tiba muncul. Pasti ada banyak factor yang turut membentuknya. Ternyata benar. Anak ini mengaku bahwa oleh orang tuanya ia selalu dibanding-bandingkan dengan saudara-saudaranya yang cerdas. Mungkin maksud keluarganya baik, agar anaknya terpantik semangat belajarnya. Sayangnya anak ini justru terbebani.
Karena selalu dibanding-bandingkan, anak ini kemudian memunculkan karakter dan prilaku sebaliknya. Ia menjadi agak tertutup, sulit bersosialisasi, mudah tersinggung, dan sulit diatur. Ia malah bergaul dengan anak ‘nakal’ yang putus sekolah.

Saya memandang karakter dan prilaku anak ini merupakan bentuk “perlawanan diam-diam” atas beban psikologis akibat selalu dibanding-bandingkan oleh orang tuanya. Yang dilakukannya semacam protes, bahwa ia tak butuh dibandingkan. Meski cara protesnya ia wujudkan dalam karakter, sikap, dan prilaku yang justru akan merugikannya sendiri.

0 Response to "BEGINI JADINYA KALO SERING MEMBANDINGKAN ANAK"

Post a Comment