Kak Seto: Isu Anak Masuk RSJ Bawa Pelajaran Berharga



Belum lama ini, pengguna media sosial dihebohkan dengan kabar anak usia 6 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) lantaran stres. Konon, anak ini terlalu diforsir orangtuanya untuk mengikuti kegiatan les. (baca : Anak Gila gara gara obsesi ibunya)

Seperti yang beredar di media sosial, anak tersebut sering meracau bila diajak bicara. Kata-katanya tak lepas dari soal matematika, Bahasa Inggris dan ilmu mengaji. Si Ibu pun hanya bisa menangis.

Kabar tersebut memang belum jelas kebenarannya. Namun, terlepas benar atau tidak, Seto Mulyadi selaku psikolog anak mengajak orangtua untuk mengambil pelajaran dari kabar tersebut.

"Masa kanak-kanak itu masa bersenang-senang, masa bermain. Makanya kalau di TK itu kan diajarinya menyanyi, bukan pelajaran-pelajaran yang berat. Jadi, tidak pas rasanya kalau anak usia tersebut diikutsertakan les untuk bidang pelajaran formal," ujar pria yang kerap dipanggil 'Kak Seto' kepada Metrotvnews.com melalui sambungan telepon, Rabu (26/11/2014).

Pada anak-anak usia dini, lanjut Seto, program yang dilakukan seharusnya adalah pengembangan untuk memaksimalkan otak kanan. Pasalnya, otak kanan berfungsi untuk mengutamakan respons yang terkait dengan kreativitas dan imajinasi. Jika dipaksa belajar terlalu keras, anak-anak bisa stres dan berdampak pada kehidupannya di masa dewasa.

"Anak-anak yang merasa masa kecilnya 'diambil' akan balas dendam saat mereka tumbuh dewasa nanti. Contohnya, mereka jadi tidak serius dalam bekerja lantaran masa kecilnya selalu berkutat pada hal yang sifatnya serius," jelasnya.

Lantas, kapan sebaiknya anak diberi bekal pelajaran tambahan?

"Hingga kelas 4 SD, anak sebaiknya dibiarkan bermain dan bersenang-senang dengan dunianya. Barulah ketika duduk di kelas 5, anak boleh diberikan pelajaran tambahan, diberi motivasi untuk berprestasi, belajar dan lain-lain. Tetapi tetap ada syaratnya, orangtua tidak boleh banyak menuntut," saran dia.

0 Response to "Kak Seto: Isu Anak Masuk RSJ Bawa Pelajaran Berharga"

Post a Comment