7 Kesalahan Orangtua Saat Ngobrol Dengan Anak. Yuk, Cermati!



Kita sebagai orangtua sering melakukan hal yang keliru saat ngobrol, berbincang dengan anak. Sehingga malah bikin anak jadi tidak nyaman. Apa sajakah kesalahan itu?

1. Mengomel
Sarapan pagi harusnya menjadi suasana yang menyenangkan di pagi hari. Sambil menikmati menu sarapan, Anda bisa mengajak anak bicara. Tapi sayangnya, kebanyakan dari Anda bukan memanfaatkan momen sarapan sebagai kegiatan yang menarik bagi anak, karena Anda sering kali mengomel di meja makan. Biasanya, Anda akan mengomel untuk anak menghabiskan sarapan dengan tergesa-gesa. Nah, Bu, kalau Anda ingin anak tidak meninggalkan momen sarapan pagi, mulailah mengurangi kebiasan ngomel di pagi hari ya.

2. Sering Memerintah
Banyak orangtua yang tidak sadar kalau mereka lebih banyak memerintah atau menyuruh anak daripada mengarahkan anak untuk melakukan sesuatu. Biasanya Anda akan melontarkan kalimat seperti ini, “Lakukan seperti yang Ibu katakan ya!”. Bagi anak, kebiasaan memerintah membuat anak tidak menjadi kreatif karena mereka terpatok melakukan yang sesuai dengan perintah orangtua. Seringkali, Anda lupa untuk menjelaskan alasan kenapa Anda meminta anak  melakukan hal tersebut.

3. Sikap Meremehkan
Tanpa disadari, Anda sering berkomunikasi dengan anak dengan bahasa bayi. Anda lupa bahwa anak seiring dengan bertambah usia akan semakin pintar dan mampu menyerap kata dengan baik. Jadi jangan membiasakan anak untuk berkomunikasi seakan-akan anak masih bayi. Karena dengan mengajak anak bicara dengan bahasa yang baik dan benar , maka kosa kata akan akan bertambah banyak.

4. Terlalu Sibuk
Bagaimana perasaan Anda, ketika saat berbicara, si lawan bicara Anda sibuk dengansmartphone? Tentu Anda merasa kesal bukan? Begitu juga dengan anak, ketika anak meminta waktu Anda untuk mendengarkan ceritanya, sebaiknya Anda tidak sambil asyik “bermain” smartphone  atau membaca majalah. Dengan  memperhatikan dan menyimak cerita si kecil maka Anda juga sedang mengajarkan kepada anak untuk menghargai lawan bicaranya.

5. Mengancam
“Kalau tidak mau makan sayur, nanti Ibu panggilkan polisi ya!” Kalimat yang mengancam seringkali diucapkan oleh orangtua. Meski tujuan dari ancaman tersebut untuk membuat anak patuh, tetapi ternyata mengancam anak tidak membuat anak berperilaku seperti yang Anda inginkan. Bahkan dengan mengancam anak bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan takut. Saran untuk Anda, hindari untuk mengucapkan kalimat yang bernada mengancam anak, lebih baik Anda menjelaskan dampak jika anak tidak berperilaku positif. Misal, kalau anak tidak menghabiskan makanan, Anda bisa memberikan pengertian bahwa sayur akan membantu agar anak sehat.

6. Berbicara Terlalu Banyak
Menurut penelitian, anak hanya mampu mengingat 5-9  kata saat Anda bicara. Tidak heran kalau Anda terlalu banyak bicara, anak tidak bisa mengingat banyak yang Anda perintahkan. Nah, sebaiknya Anda mulai belajar untuk memahami kemampuan mengingat pada anak dengan tidak terlalu banyak bicara. Berikan kesempatan pada anak untuk menyerap apa yang Anda sampaikan dan biarkan anak memiliki waktu untuk bertanya ya, Bu.

7. Menanamkan Rasa Bersalah
Jangan membuat anak sebagai obyek penderita, yang membuat anak jadi oknum yang bersalah, saat Anda berbicara dengannya. Sebab, kebanyakan dari Anda sering melontarkan kalimat negatif, misal, “Gara-gara kakak, mainannya jadi rusak”. Dengan kalimat negatif tersebut, anak beranggapan Anda memposisikan anak sebagai pihak yang bersalah. Padahal menurut psychcentral, sebagai orangtua tidak bisa memaksa anak melihat dari cara pandang orang dewasa. Tetapi, anak belajar empati dari perilaku orangtua dalam kesehariannya.


Sumber: www.family.fimela.com

0 Response to "7 Kesalahan Orangtua Saat Ngobrol Dengan Anak. Yuk, Cermati!"

Post a Comment