Mengompol adalah salah satu hal yang wajar bagi anak usia balita yang belum terlatih untuk buang air kecil dengan benar. Namun, anak yang terus-terusan mengompol meski telah diajari berkali-kali ditambah usia mereka yang kian bertambah ini tak bisa diabaikan begitu saja.
Toilet training atau buang air sendiri umumnya telah diterapkan pada anak sejak usia dua atau tiga tahun. Dengan demikian, mereka dapat mengontrol kapan hendak ke toilet. Mengompol bukan saja menjadi kebiasaan buruk, selain kebersihan, bisa jadi kesehatan juga.
Toilet training:
- Sebelum tidur ajak anak buang air kecil terlebih dahulu
- Bangunkan anak setelah tidur pada malam hari untuk buang air kecil. Jika jam tidur anak delapan jam, bangunkan anak 4 jam setelah tidur
- Kurangi minum soda. Soda mengandung bahan perangsang metabolisme yang memicu anak berkemih.
- Perbanyak minum air putih
- Berikan konsekuensi pada anak yang suka mengompol. Ajak anak mencuci bekas ompol, angkat seprai, dan celana bekas ompol. Harus ada kesadaran bahwa ada konsekuensi kalau anak mengompol.
- Gunakan alarm anti mengompol. Misalnya, pada jam tertentu ajarkan anak buang air di kamar mandi. Untuk anak yang agak besar akan mengerti, tetapi untuk anak yang kecil tentu sangat menantang. Mereka harus selalu diingatkan.
- Orang tua harus mau capai mengingatkan anaknya untuk buang air kecil di kamar mandi setiap satu jam atau satu jam setengah pada siang hari. Pada malam hari, orang tua harus rajin bangun untuk mengingatkan anak buang air kecil. Ini akan membuat anak tidak malas buang air kecil.
- Orang tua juga harus peka, pantau anak yang sudah mulai gelisah ketika hendak buang air kecil. Saat itu segera bawa anak ke kamar mandi.
- Harus ada kerja sama dan bagi tugas antara suami dan istri.
- Jangan biarkan anak buang air kecil di kasur atau di celana dengan memberikan anak popok.
- Namun, jika anak sudah dilatih dan masih saja suka mengompol, mungkin ada gangguan di tubuhnya dan perlu menjadi perhatian Anda.Gangguan penyakit seperti Diabetes, Sembelit, Gangguan congenital (ukuran kandung kemih yang kecil)rasa Takut, dan dampak psikologis seperti merasa cemburu dengan saudara, sehingga buah hati ingin menarik perhatian Anda dengan cara ini. Segeralah konsultasikan pada dokter bila mengompol masih menjadi kebiasaan anak Anda bila usianya telah menginjak 5 Tahun keatas.[berbagaisumber
%2BTips%2BPendidikan%2BAnak's%2Bphotos%2B-%2BTips%2BPendidikan%2BAnak.png)
0 Response to "Kebiasaan Mengompol Pada Anak dan Cara Mengatasinya"
Post a Comment