Seiring perkembangan teknologi, internet menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain sebagai media informasi, internet juga bisa dijadikan sebagai media hiburan, seperti misalnya bermain game. Game online diminati berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Meski bisa dijadikan sebagai sarana hiburan, game online juga bisa berdampak buruk pada psikologis penggunanya, terutama anak anak.
Game online memiliki sifat adiktif atau candu, sehingga waktu anak banyak dihabiskan untuk bermain. Jika sudah demikian, maka waktu istirahat anak menjadi berkurang dan dapat memengaruhi kegiatannya, terutama aktivitasnya di sekolah. Kecanduan game online ini memiliki dampak bagi psikologis anak. Di antaranya, dapat menghambat perkembangan sosial anak, karena akan mengurangi aktivitas positif yang seharusnya dijalani oleh anak pada usia perkembangan mereka. Anak yang mengalami ketergantungan pada aktivitas game, akan berkurang waktu belajar dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Jika ini berlangsung terus menerus dalam waktu lama, anak akan menarik diri pada pergaulan sosial, tidak peka dengan lingkungan, bahkan bisa membentuk perilaku asosial.
Anak belajar dari apa yang dilihatnya. Game online yang berbau kekerasan dapat menyebabkan anak mengikuti karakter game tersebut. Selain itu, tak jarang game online mengajarkan anak untuk berkata kasar dan tidak sopan. Terkadang, karena ingin meneruskan permainan padahal tidak punya uang, anak bisa terdorong melakukan tindak kejahatan seperti mencuri. Belum lagi jika bicara nilai pelajaran di sekolah bisa menurun karena konsentrasi belajar juga turun. Game online juga dapat mengajarkan anak untuk taruhan atau berjudi meskipun dengan uang game. Dan, dapat pula menyebabkan ketegangan emosional antara orang tua dan anak, jika anak sudah kecanduan.
Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh game online pada anak, tentunya diperlukan solusi untuk mengurangi bahkan menanggulangi dampak negatif tersebut. Ajaklah anak Anda bicara dari hati ke hati tanpa emosi. Tanyakan kepadanya, apa yang ia rasakan saat bermain game online. Prinsipnya, ajak ia bicara sejujurnya dan dengarkan ungkapan hatinya. Tanyakan juga kepadanya, sampai kapan ia akan terus menghabiskan waktunya untuk bermain game. Ingatkan kembali pada impian dan cita-cita yang ingin ia raih. Katakan kepadanya, bahwa jika ia membiarkan dirinya seperti ini, maka akan menjadi anak yang merugi. Waktu sesungguhnya amat berharga.
“Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin adalah kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari)
Buatlah kesepakatan bersama untuk membatasi waktu bermain game online. Dan sepakati pula bentuk hukumannya jika ananda melanggar. Sesekali luangkan waktu Anda untuk bermain bersamanya. Ajaklah ia jalan-jalan ke tempat yang membangunkan kepeduliannya. Sering-seringlah Anda mengucapkan kata-kata positif kepada ananda, termasuk kalimat yang menunjukkan apresiasi jika menemukan seberapa pun perubahan positif pada perilaku ananda. Berikan alternatif kegiatan menyenangkan lainnya. Coba alihkan perhatian ananda dengan beragam kegiatan positif, sehingga hari-harinya menjadi padat. Akhirnya, ketergantungan anak pada aktivitas game online memang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah, orang tua ataupun pengusaha yang bergerak pada layanan internet. Jangan sampai keberadaan games online membuat generasi ini tidak mempunyai kemampuan apa-apa, kecuali kemapuannya dalam bermain game.

0 Response to "Dampak Game Online pada Anak"
Post a Comment